7 Kesalahan Pakai AHA BHA Panduan yang Sering Diabaikan

7 Kesalahan Pakai AHA BHA: Panduan yang Sering Diabaikan

Banyak orang sudah tahu bahwa AHA BHA adalah dua bahan aktif yang bekerja mengeksfoliasi kulit secara kimiawi — tapi tidak sedikit yang justru salah dalam menggunakannya dan bertanya-tanya kenapa kulit malah memburuk. Padahal, cara pakai AHA BHA yang keliru bisa memicu iritasi, purging berkepanjangan, bahkan kerusakan skin barrier. Jadi sebelum terburu-buru memasukkan kedua bahan ini ke rutinitas perawatan kulit, ada baiknya kita kenali dulu jebakan-jebakan yang paling sering diabaikan.

Pada 2026 ini, produk dengan kandungan AHA (Alpha Hydroxy Acid) dan BHA (Beta Hydroxy Acid) makin mudah ditemukan — dari toner, serum, hingga cleanser. Semakin mudah aksesnya, semakin tinggi pula risiko penggunaannya tanpa panduan yang benar. Tidak sedikit yang mengikuti tren skincare dari media sosial tanpa memahami konsentrasi, frekuensi, dan urutan pemakaian yang tepat.

Nah, berikut ini tujuh kesalahan paling umum yang sering dilakukan saat memakai AHA dan BHA — lengkap dengan cara menghindarinya.


Kesalahan Umum Pakai AHA BHA yang Merusak Skin Barrier

1. Memakai AHA dan BHA Setiap Hari Sejak Awal

Ini kesalahan klasik. Banyak orang langsung memakai exfoliating acid setiap hari karena mengira hasilnya akan lebih cepat. Padahal, kulit perlu waktu untuk beradaptasi, dan penggunaan berlebihan justru mengikis lapisan pelindung kulit. Mulailah dengan 2–3 kali seminggu, lalu tingkatkan frekuensi secara bertahap sesuai respons kulit.

2. Menggabungkan AHA BHA dengan Retinol di Waktu Bersamaan

Kombinasi AHA BHA dan retinol dalam satu waktu adalah resep untuk iritasi parah. Keduanya termasuk bahan aktif yang bekerja keras, dan lapisan kulit tidak selalu siap menerima dua tekanan sekaligus. Solusinya: pakai retinol di malam hari, dan jadwalkan AHA/BHA di malam yang berbeda atau pagi hari dengan SPF yang memadai.

3. Melewatkan Sunscreen Setelah Pemakaian

AHA bersifat photosensitizing — artinya kulit menjadi jauh lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar UV setelah penggunaannya. Banyak yang melewatkan langkah ini dan akhirnya kulit justru mengalami hiperpigmentasi baru. Sunscreen SPF 30 atau lebih tinggi wajib dipakai di pagi hari, terutama ketika AHA atau BHA sudah masuk ke dalam rutinitas.


Panduan Pakai AHA BHA yang Benar untuk Hasil Optimal

4. Tidak Memahami Perbedaan Fungsi AHA dan BHA

AHA seperti glycolic acid dan lactic acid bekerja di permukaan kulit, cocok untuk masalah tekstur, kusam, dan garis halus. BHA seperti salicylic acid menembus lebih dalam ke pori-pori, ideal untuk kulit berminyak dan berjerawat. Salah memilih jenis acid berdasarkan jenis kulit adalah kesalahan yang sering terjadi — dan hasilnya pun tidak optimal.

5. Memakai di Atas Kulit yang Belum Bersih Sempurna

Salah satu cara pakai AHA BHA yang benar adalah memastikan wajah sudah bersih dari sunscreen, makeup, dan polutan sebelum mengaplikasikan acid. Jika tidak, bahan aktif tidak bisa meresap dengan efektif dan hasilnya jauh dari ekspektasi. Gunakan double cleansing terlebih dahulu, terutama jika seharian memakai tabir surya berbasis silikon.

6. Mengabaikan pH Produk

AHA dan BHA bekerja optimal pada pH di bawah 4. Banyak orang tidak tahu bahwa urutan layering produk memengaruhi efektivitasnya secara signifikan. Jika toner dengan pH tinggi dipakai sebelum acid, pH kulit naik dan acid tidak bisa bekerja dengan baik. Idealnya, gunakan acid langsung setelah membersihkan wajah, sebelum produk lain.

7. Tidak Memperhatikan Konsentrasi Produk

Konsentrasi AHA yang umum dan aman untuk pemakaian rutin berada di kisaran 5–10%, sementara BHA biasanya 1–2%. Produk dengan konsentrasi tinggi bukan berarti lebih baik — justru lebih berisiko jika kulit belum terbiasa. Tidak sedikit orang yang langsung mencoba produk konsentrasi tinggi dan berakhir dengan kulit mengelupas hebat atau bahkan chemical burn ringan.


Kesimpulan

Penggunaan AHA BHA yang tepat sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, asalkan ada pemahaman dasar yang benar sejak awal. Dengan menghindari tujuh kesalahan di atas — mulai dari frekuensi berlebihan, kombinasi bahan aktif yang salah, hingga mengabaikan sunscreen — kulit bisa mendapatkan manfaat eksfoliasi kimiawi secara maksimal tanpa risiko yang tidak perlu.

Kunci utamanya adalah sabar dan konsisten. Banyak orang berhasil mendapatkan kulit lebih cerah, halus, dan pori-pori yang lebih bersih hanya dengan penyesuaian kecil dalam cara pakai AHA dan BHA sehari-hari. Jadi, sebelum menambah produk baru ke rutinitas, pastikan yang sudah ada sudah dipakai dengan cara yang benar terlebih dahulu.


FAQ

Bolehkah AHA dan BHA dipakai bersamaan?

AHA dan BHA bisa digunakan bersamaan dalam satu produk atau secara bergantian, asalkan kulit sudah terbiasa dengan salah satunya. Hindari penggunaan keduanya sekaligus jika kulit sensitif atau baru pertama mencoba exfoliating acid.

Kapan waktu terbaik memakai AHA BHA, pagi atau malam?

Malam hari adalah waktu yang lebih direkomendasikan untuk memakai AHA dan BHA, karena kulit tidak langsung terpapar sinar matahari setelahnya. Jika ingin dipakai pagi hari, wajib diikuti dengan sunscreen SPF 30 atau lebih.

Berapa lama hasil pakai AHA BHA mulai terlihat?

Sebagian orang mulai melihat perubahan tekstur dan kecerahan kulit setelah 2–4 minggu pemakaian rutin. Hasil yang lebih signifikan seperti pengurangan bekas jerawat atau hiperpigmentasi biasanya terlihat setelah 6–8 minggu.